Kamis, 26 Agustus 2010
Rabu, 25 Agustus 2010
Negeri 5 Menara

Ringkasan Buku Negeri 5 Menara. Sebuah Novel yang Terinspirasi Kisah Nyata
Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.
Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.
Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka menunggu Maghrib sambil menatap awan lembayung berarak pulang ke ufuk. Di mata
belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.
Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.
Dimensi: 13.5 x 20 cm
Tebal: 432 halaman
Cover: Soft Cover
ISBN: 978-979-22-4861-6
Kategori: Fiksi dan Sastra / Novel / Novel Asli
Tentang Pengarang: A. Fuadi
A. Fuadi lahir di Bayur, Danau Maninjau tahun 1972, tidak jauh dari kampung Buya Hamka. Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat. Gontor pula yang membukakan hatinya kepada rumus sederhana tapi kuat, "man jadda wajada", siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses.
Lulus kuliah Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, dia menjadi wartawan Tempo. Kelas jurnalistik pertamanya dijalani dalam tugas-tugas reportasenya di bawah bimbingan para wartawan senior Tempo. Tahun 1998, dia mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University. Merantau ke Washington DC bersama Yayi, istrinya---yang juga wartawan Tempo-adalah mimpi masa kecilnya yang menjadi kenyataan. Sambil kuliah, mereka menjadi koresponden TEMPO dan wartawan VOA. Berita bersejarah seperti peristiwa 11 September dilaporkan mereka berdua langsung dari Pentagon, White House dan Capitol Hill.
Tahun 2004, jendela dunia lain terbuka lagi ketika dia mendapatkan beasiswa Chevening untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang film dokumenter. Kini, penyuka fotografi ini menjadi Direktur Komunikasi di sebuah NGO konservasi: The Nature Conservancy.
Aceh Pungo

by Aulia
pungo-coverOleh Baun Thoib Soaloon Siregar*
Judul : Aceh Pungo
Penulis : Taufik Al Mubarak
Penerbit : Bandar Publishing Banda Aceh
Tebal Buku : 282+xxii Halaman
Cetakan : 1, Februari 2009
Harga : Rp.49. 000
Ketika saya mencari-cari buku referensi kuliah pada sebuah toko buku, tiba-tiba seseorang (entah penjual atau pembeli) nyeletuk: ”Aceh pungo, dua uroe teuk, kon le ureung Aceh nyang pungo, Batak-Batak pih kapungo.” Saya hanya menangkap potongan ungkapan tadi dan tidak tahu sama sekali pangkal ujung pembicaraan. Karena penasaran saya bertanya: “Pakon, Dek!” Ia lantas menunjuk sebuah buku pada rak bagian tengah, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Oh, ini rupanya “Aceh Pungo”. Lalu, apa kaitannya dengan Batak? Kenapa pula orang Batak harus ikut-ikutan pungo? Apakah ini terkait dengan demo maut yang terjadi di Medan baru-baru ini, atau…? Ah, daripada menduga-duga, lebih baik buku ini dibaca dulu, pikirku seketika.
Bersampul hitam pekat, buku terbaru terbitan Bandar Publishing (BP) Banda Aceh ini diberi judul “Aceh Pungo” (AP) dengan tulisan warna putih mencolok, tapi berkesan lusuh dan tampak retak-retak. Entah apa yang ingin divisualisasi melalui gambar sampul tersebut. Apakah ini potret Aceh yang tenggelam dalam kelam, Aceh yang tak terduga, Aceh yang malang dan berkabung, atau Aceh yang diselimuti kegelapan, kebodohan, keterbelakangan, dan kejahatan, di mana yang muncul dan tampak jelas di permukaan hanyalah sederet kegilaan? Atau ini sebuah simbol jubah hitam kebesaran dan kebanggaan mengusung identitas dan budaya kegilaan? Semua atau sebagiannya mungkin benar, tapi mungkin juga salah. Penulis tampaknya membiarkan kita menerka-nerka tafsir yang serba mungkin dalam rasa penasaran, kebingungan, dan keingintahuan. Sebab, biarpun warna hitam sering kali identik dengan sifat-sifat negatif dan jahat, tetapi dalam banyak hal, hitam juga menjadi penyelaras, pembeda, bahkan pemanis konfigurasi tampilan warna. Hitam juga dianggap warna netral yang bisa cocok dan berpadu dengan warna-warna lain dalam membangun citra estetika dan eksotis.
Menurut saya, buku ini dapat dikatakan sebagai cerita tentang fenomena keanehan dan kegilaan masyarakat modern dalam skop yang luas dalam bahasa “Aceh”. Artinya, meskipun mungkin terdapat penekanan pada lokalitas masyarakat Aceh dengan mengambil setting dan simbol-simbol ke-Acehan yang khas, namun substansi lika-liku keanehan/kegilaan sosial politik yang diangkat dalam buku ini sebenarnya jauh menembus batas-batas demografi Aceh Darussalam. Apakah ini terkait dengan konsep think globally act locally, saya tidak tahu pasti. Yang jelas, fenomena seperti korupsi, jilat-menjilat, praktik hedonisme, demokrasi paradoks, kontradiksi antara idealisme dan realisme, premanisme dan kekerasan, dan kejujuran dan kesederhanaan merupakan isu-isu global yang juga melanda masyarakat di bagian dunia yang lain atau setidaknya daerah lain di Nusantara. Uniknya, dan inilah salah satu yang membuat buku ini menarik dan layak dibaca oleh semua orang. Semua itu disampaikan dan dibungkus dengan apik dalam bahasa Aceh pungo dalam pengertian yang luas (bahasa kegilaan dan keunikan orang Aceh).
Buku setebal 282 plus xxii halaman ini ditulis oleh Taufik Al Mubarak, jurnalis muda yang bekerja di koran Harian Aceh. Buku ini merupakan kompilasi tulisannya pada Pojok Gampong yang diasuhnya di koran tempatnya menempa diri, ditambah beberapa tulisannya pada media lain. Buku dengan kata pengantar dari Muhammad Nazar (Wakil Gubernur Aceh) ini terdiri dari tiga bagian: (1) Politek Ureung Gampong (Politik Orang Kampung); (2) Politek Pungo (Politik Gila); dan (3) Politek Hana Titiek (Politik tanpa Titik). Sekilas, melihat ketiga judul bagian tersebut, pembaca akan mengira bahwa buku ini adalah buku politik. Sebenarnya tidak. Walaupun banyak tulisan yang beraroma politik, namun secara substansial, buku tidak sepenuhnya berbicara tentang politik. Ada aura lain di dalamnya seperti komunikasi, teknologi, agama, bahasa, filosofi, ekonomi, dan pendidikan. Saya tidak bisa memastikan alasan apa dibalik pencantuman judul tersebut. Mungkinkah penulis berniat mengetengahkan semua itu dalam perspektif politik? Tidak juga. Memang ada satu judul tulisan pada bagian ketiga yang menjadi judul bagian tersebut, tapi hal ini tidak berlaku pada bagian pertama dan kedua. Apa karena unsur psikologi pemasaran agar tampak sensasional dan menarik konsumen atau barangkali ini terkait dengan demam politik yang semakin merambah semua sudut kehidupan akhir-akhir ini sehingga semua hal selalu dikait-kaitkan dengan politik? Terserah pembaca.
Di antara kelebihan buku ini adalah kelihaian penulis dalam mengendus problematika sosial politik yang berkembang dalam masyarakat—yang kebanyakan tampaknya hanyalah persoalan-persoalan biasa dan nyaris tak menjadi perhatian publik, lalu mengemasnya dalam tulisan-tulisan bernada kritik yang simpel tapi tajam. Bahkan, dalam banyak tulisan justru sangat inspiratif (menggugah emosi dan kesadaran terhadap hal-hal yang sebelumnya terlewatkan begitu saja). Lebih lanjut, dengan plus minusnya, beberapa tulisan malah berbau propaganda dan cenderung provokatif, sebagaimana pengakuan penulisnya. Hal ini tentunya sangat bergantung pada posisi dan perspektif orang yang membaca. Bagi saya, dengan tetap mengedepankan etika, bentuk dan pola komunikasi haruslah mencerminkan tujuan dan mempertimbangkan kondisi mental dan psikologi sasaran. Jadi, berkomunikasi dengan orang bebal, tungang atawa klo prip tentu saja sangat berbeda dengan orang dengan kualitas indra dengar, pikir, dan renung yang masih jernih.
Dari segi penyampaian, buku ini memperkenalkan sebuah gaya yang khas dengan beberapa ciri umum seperti topik acuan yang merakyat dan diberi label yang memikat tapi sebisa mungkin cukup familiar di telinga pembaca, menggunakan gaya bercerita, sering kali dibungkus dalam dialog singkat yang didesain sedemikian rupa sehingga tampak ril dan hidup, dan konsisten dengan bahasa “pasar” yang lugas dan acap kali kocak sehingga enak dibaca sekaligus mudah dipahami. Meskipun pada beberapa tempat, penulis menggunakan simbolisme, tapi ia tidak membiarkan pembaca mencari tahu sendiri makna yang ingin disampaikannya, melainkan menuntut mereka secara tautologis tahap-demi tahap menuju medan makna. Terus terang dan terbuka tanpa terjebak dalam hiperbolisme, bahkan membuka selebar-lebarnya hal-hal yang tertutup dan terbungkus kepada khalayak, itulah gambaran lain dari karakter buku ini. Dengan demikian, secara sadar penulis telah beranjak jauh meninggalkan gaya-gaya penulisan yang eufimistis dan simbolis menuju disfimisme dan realisme. Maklum, zaman sudah berubah, tak ada yang mesti ditutupi. Jurnalisme harus konsisten sebagai media pencerahan dan pencerdasan masyarakat.
Dengan kelebihan dan kekurangannya, hal ini sangat berbeda dengan “Celoteh Budaya Politik Aceh” (CBPA) terbit tahun 2003 yang berisi kumpulan tulisan mantan bupati Bireun Mustafa A. Glanggang pada rubrik “Tingkap” di Harian Serambi Indonesia. Meskipun CBPA juga berupa kritik sosial, tapi buku ini mengandalkan ragam gaya bahasa simbolisme, eufimisme, dan personifikasi yang sering kali dibalut cerita fiktif dalam menggambarkan fenomena sosial budaya dan politik pada masanya. Gaya penulisan AP juga memiliki perbedaan dengan “Dari Panteu Menuju Insan Kamil” (DPMIK), kumpulan tulisan Ampuh Devayan dalam kolom ”Panteu” harian Serambi Indonesia yang terbit dalam bentuk buku baru-baru ini. DPMIK mengusung gaya penulisan yang lebih formal, bernuansa sastra dan lebih ilmiah.
Meskipun di satu sisi, gaya penyampaian yang demikian sangat positif dalam konteks pendidikan politik dan pembangunan iklim demokrasi dewasa ini, namun dalam tingkatan tertentu, penulis tampaknya tidak bisa melepaskan begitu saja unsur subjektivitas dan emosionalitasnya sebagaimana tercermin dari beberapa tulisannya. Oleh karena itu, bisa saja di kemudian hari ada pihak yang beranggapan bahwa penulis cenderung tendensius, bahkan cenderung terjerumus dalam sinisme, atau bahkan satire.
Desain dan tampilan buku ini cukup elegan dan menarik. Cuma saja di dalamnya tidak didapati lembaran yang memuat informasi tentang KDT (Katalog dalam Terbitan) serta informasi penting tentang cuplikan UU tentang Hak Cipta sebagaimana pada buku-buku terbitan lain. Selain itu, pemaksaan pencantuman judul baru pada lembaran baru membuat banyak sekali halaman yang kosong yang tidak terpakai sama sekali.
Menyangkut ejaan dan tata bahasa sebenarnya sudah cukup baik, namun penulisan kata “pungo” baik di halaman kulit maupun di dalam teks seharusnya dimiringkan karena kata tersebut termasuk kata asing yang belum terserap sepenuhnya ke dalam bahasa Indonesia. Terakhir, foto penulisnya sedang merokok pada halaman profil, kurang tepat. Sebab kondisi tersebut dapat memunculkan image yang negatif bagi sebagian pembaca. Sejatinya foto yang ditampilkan adalah foto netral tanpa rokok, agar penulisnya dapat diterima oleh semua kalangan pembaca.
Bagaimanapun, buku ini sudah cukup baik dan relatif mampu mewujudkan misinya sebagai kritik sosial yang berusaha memotret fenomena “kegilaan” dan keunikan masyarakat Aceh kontemporer dalam berbagai aspek. Meskipun sekian banyak topik tulisan dalam buku ini memang belum mampu menampung totalitas realita ke-pungo-an masyarakat Aceh dalam berbagai hal yang dengan susah payah dikorek penulisnya. Namun demikian, kerja keras ini pantas diapresiasi. Kita tentu tidak berharap ke-pungo-an ini berlanjut atau malah semakin menjadi-jadi apalagi sampai merembes ke masyarakat tetangga sebelah (Batak) sebagaimana celotehan pemuda di toko buku kemarin. Selamat kepada Taufik Al Mubarak, dan bagi pembaca, selamat membaca.
Mengapa Aceh Digelar Serambi Makkah?
Posted on 19 May 2008 by ryanis
Acehku sayang Acehku malang
Jasamu besar untuk republik
Tetapi orang kurang mengenang
Nasibmu aduhai sedihnya
Setiap hari nyawa melayang
Padahal Aceh bukan Palestina
Dan yang berkuasa bukan Yahudi
(Abu Az-Zahra)
Negeri Aceh pada abad ke 15 M pernah mendapat gelar yang sangat terhormat dari umat Islam nusantara. Negeri ini dijuluki “Serambi Makkah” sebuah gelar yang penuh bernuansa keagamaan, keimanan, dan ketaqwaan. Menurut analisis pakar sejarawan, ada 5 sebab mengapa Aceh menyandang gelar mulia itu.
Pertama, Aceh merupakan daerah perdana masuk Islam di Nusantara, tepatnya di kawasan pantai Timur, Peureulak, dan Pasai. Dari Aceh Islam berkembang sangat cepat ke seluruh nusantara sampai ke Philipina. Mubaligh-mubaligh Aceh meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan agama Allah kepada manusia. Empat orang diantara Wali Songo yang membawa Islam ke Jawa berasal dari Aceh, yakni Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ngampel, Syarif Hidayatullah, dan Syeikh Siti Jenar.
Kedua, daerah Aceh pernah menjadi kiblat ilmu pengetahuan di Nusantara dengan hadirnya Jami’ah Baiturrahman (Universitas Baiturrahman) lengkap dengan berbagai fakultas. Para mahasiswa yang menuntut ilmu di Aceh datang dari berbagai penjuru dunia, dari Turki, Palestina, India, Bangladesh, Pattani, Mindanau, Malaya, Brunei Darussalam, dan Makassar.
Ketiga, Kerajaan Aceh Darussalam pernah mendapat pengakuan dari Syarif Makkah atas nama Khalifah Islam di Turki bahwa Kerajaan Aceh adalah “pelindung” kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Nusantara. Karena itu seluruh sultan-sultan nusantara mengakui Sulatan Aceh sebagai “payung” mereka dalam menjalankan tugas kerajaan.
Keempat, daerah Aceh pernah menjadi pangkalan/pelabuhan Haji untuk seluruh nusantara. Orang-orang muslim nusantara yang naik haji ke Makkah dengan kapal laut, sebelum mengarungi Samudra Hindia menghabiskan waktu sampai enam bulan di Bandar Aceh Darussalam. Kampung-kampung sekitar Pelanggahan sekarang menjadi tempat persinggahan jamaah haji dulunya.
Kelima, banyak persamaan antara Aceh (saat itu) dengan Makkah, sama-sama Islam, bermazhab Syafi’i, berbudaya Islam, berpakaian Islam, berhiburan Islam, dan berhukum dengan hukum Islam. Seluruh penduduk Makkah beragama Islam dan seluruh penduduk Aceh juga Islam. Orang Aceh masuk dalam agama Islam secara kaffah (totalitas), tidak ada campur aduk antara adat kebiasaan dengan ajaran Islam, tetapi kalau sekarang sudah mulai memudar.
(Sumber : Koran Serambi Indonesia, sekitar tahun 1990-an)
Sabtu, 31 Juli 2010
Jumat, 30 Juli 2010
KONSTRUKSI CAKAR AYAM
Merupakan salah satu rekayasa keteknikan di bidang pondasi, hasil temuan Prof. Dr. Ir. Sedijatmo. Kostruksi ini terdiri dari plat beton bertulang dengan tebal 10 - 12 cm di dan bagian bawahnya diberi pipa-pipa beton bertulang yang menempel kuat pada plat tersebut. Mirip seperti akar serabut pada tanaman kelapa yang dapat tumbuh tinggi menjulang di pantai berpasir yang daya ikatnya rendah, pile atau pipa-pipa beton mencengkeram ke dalam tanah dan plat betonnya mengikat pile-pile tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang monolit.
Dasar pemikiran Iahirnya pondasi cakar ayam ialah memanfaatkan tekanan tanah pasif, yang pada sistem pondasi lain tak pernah dihiraukan. Plat beton yang tipis itu akan mengambang di permukaan tanah, sedangkan kekakuan plat ini dipertahankan oleh pipa-pipa yang tetap berdiri akibat tekanan tanah pasif. Dengan demikian maka plat dan konstruksi di atasnya tidak mudah bengkok.
Bagi daerah yang bertanah lembek, pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung, tapi juga untuk membuat jalan dan landasan. Satu keuntungan lagi, sistem ini tidak memerlukan sistem drainasi dan sambungan kembang susut.
Banyak bangunan yang telah menggunakan sistem yang di ciptakan oleh Prof Sedijatmo ini, antara lain: ratusan menara PLN tegangan tinggi, hangar pesawat terbang dengan bentangan 64 m di Jakarta dan Surabaya, antara runway dan taxi way serta apron di Bandara Sukarno-Hatta Jakarta, jalan akses Pluit-Cengkareng, pabrik pupuk di Surabaya, kolam renang dan tribune di Samarinda, dan ratusan bangunan gedung bertingkat di berbagai kota.
Sistem pondasi cakar ayam ini telah pula dikenal di banyak negara, bahkan telah mendapat pengakuan paten internasional di 11 negara, yaitu: Indonesia, Jerman Timur, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda; dan Denmark.
Dasar pemikiran Iahirnya pondasi cakar ayam ialah memanfaatkan tekanan tanah pasif, yang pada sistem pondasi lain tak pernah dihiraukan. Plat beton yang tipis itu akan mengambang di permukaan tanah, sedangkan kekakuan plat ini dipertahankan oleh pipa-pipa yang tetap berdiri akibat tekanan tanah pasif. Dengan demikian maka plat dan konstruksi di atasnya tidak mudah bengkok.
Bagi daerah yang bertanah lembek, pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung, tapi juga untuk membuat jalan dan landasan. Satu keuntungan lagi, sistem ini tidak memerlukan sistem drainasi dan sambungan kembang susut.
Banyak bangunan yang telah menggunakan sistem yang di ciptakan oleh Prof Sedijatmo ini, antara lain: ratusan menara PLN tegangan tinggi, hangar pesawat terbang dengan bentangan 64 m di Jakarta dan Surabaya, antara runway dan taxi way serta apron di Bandara Sukarno-Hatta Jakarta, jalan akses Pluit-Cengkareng, pabrik pupuk di Surabaya, kolam renang dan tribune di Samarinda, dan ratusan bangunan gedung bertingkat di berbagai kota.
Sistem pondasi cakar ayam ini telah pula dikenal di banyak negara, bahkan telah mendapat pengakuan paten internasional di 11 negara, yaitu: Indonesia, Jerman Timur, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda; dan Denmark.
TIPS MENJADI PACAR YANG BAIK
Mengetahui apa-apa yang dibutuhkan seorang wanita menjadi `Pacar` yang baik memang agak sedikit menyulitkan. Mustahil? Tidak juga sih, paling tidak kita dapat menghindar dari yang namanya "getting dumped" oleh pacar kita kan?
Ada beberapa sifat yang dicari pria pada pacarnya, khususnya untuk mereka yang serius yah. Pertama adalah pacarnya, harus memiliki kehidupan sendiri, maksudnya sebagai wanita, dia haruslah sebagai seorang wanita yang mandiri. Independent woman! Sounds familiar? Ini berarti wanita tersebut harus dapat menjaga dirinya sendiri, memiliki style sendiri dan tentunya menghabiskan waktu tidak hanya bersama pacarnya saja, tetapi teman-teman yang asyik dan tetap masih memiliki waktu untuk keluarga. Jangan menunggu datangnya `pria impian` Anda untuk menjalani kehidupan Anda sekarang!
Kedua, jangan buat gerakan pertama. Yah, memang sih hal ini masih menjadi perdebatan terutama karena ada juga orang yang percaya bahwa wanita boleh saja yang gerak pertama kali dan menganggap kuno bagi yang tidak melakukan hal itu. Tetapi lebih baik jangan deh, karena banyak juga pria yang mengaku sedikit `jengah` bila dikejar-kejar wanita dan rasanya hambar bila tidak ada perjuangan. Anda juga jadi tidak tahu, apakah pria pujaan Anda benar-benar tertarik pada Anda atau hanya merasa tidak enak hati dan terpaksa melayani Anda.
Terlihat seksi tetapi tidak murahan. Itu adalah hal yang ketiga yang perlu dilakukan seorang wanita untuk menarik pria pujaannya. Seperti menaruh tangan Anda pada tangannya atau lututnya, tetapi jangan lama-lama, bila Anda sudah `jadian` baru, semua terserah pada Anda.
Lakukan hal-hal kecil yang menunjukkan bila Anda peduli. Misalnya, membawakan sarapan atau minuman untuk kekasih Anda, karena Anda tahu dia tidak sempat melakukan hal itu dirumah. Atau mungkin membelikan baju pasangan Anda bila Anda tahu kekasih Anda tidak memiliki baju ganti atau tidak sempat mencuci pakaiannya. Dia juga harus melakukan hal yang sama untuk Anda. Anda berdua harus memperhatikan kepentingan sehari-hari Anda dan pasangan Anda.
Anda harus menjadi `orang kepercayaan` pasangan Anda. Bantu dia agar terlihat baik di depan sang boss, berikan saran setiap hari, tertawalah saat dia bercanda dan bantu dia agar terlihat `keren` pada saat-saat penting. Tentunya dia juga harus melakukan hal yang sama untuk Anda.
Yang keenam, jangan memberikan tekanan pada dirinya. Ini adalah hal penting. Pria biasanya enggan menghadapi tekanan. Untuk itu para wanita cobalah untuk tidak menelpon atau meng-emailnya beberapa kali sehari atau memberikan petunjuk-petunjuk khusus apa yang harus mereka berdua lakukan di masa depan, apalagi bila mendengar kata "M" (menikah) itu, mereka agak sedikit alergi terhadap kata yang satu itu. Mereka hanya ingin menikmati hubungan Anda berdua saja.
Tetapi jangan juga Anda mau saja disia-siakan begitu saja. Terutama soal perselingkuhan. Pria lebih menghormati wanita yang `galak` mengenai hukuman-hukuman apa yang pacar mereka dapatkan bila mereka berselingkuh. Oleh sebab itu, jangan pacaran dengan pria yang sudah menikah, atau yang sudah memiliki pacar atau mereka yang secara verbal atau fisik mengancam atau melukai Anda. Titik!
Seorang wanita yang baik juga selalu memilih seorang pria yang baik. Artinya, Anda harus mencari orang yang jujur dan dapat diandalkan. Dia harus memperlakukan Anda dengan benar. Bila dia berkata, dia akan pergi ke suatu tempat, dia akan ada ditempat itu. Rasa kekesatriaan masih dapat dijadikan pegangan. Sikap yang baik dapat memperlihatkan pria macam apa yang Anda kencani. Termasuk dalam urusan uang (yang biasanya menjadi sumber pertengkaran sebuah pasangan). Walaupun mereka saling tertarik satu sama lain, biasa para pria berpikir dua kali untuk hidup bersama si boros!! Jadi para wanita don`t be a wild spenders...
Dan yang terakhir dicari pria adalah, dia tahu apa itu cinta. Kalau yang satu ini, Anda akan tahu waktu yang tepat, karena Cinta adalah perasaan yang unik, perasaan nyaman, diterima dan perasaan dimana kebahagiaan seseorang sama pentingnya dengan kebahagiaan Anda sendiri...
Ada beberapa sifat yang dicari pria pada pacarnya, khususnya untuk mereka yang serius yah. Pertama adalah pacarnya, harus memiliki kehidupan sendiri, maksudnya sebagai wanita, dia haruslah sebagai seorang wanita yang mandiri. Independent woman! Sounds familiar? Ini berarti wanita tersebut harus dapat menjaga dirinya sendiri, memiliki style sendiri dan tentunya menghabiskan waktu tidak hanya bersama pacarnya saja, tetapi teman-teman yang asyik dan tetap masih memiliki waktu untuk keluarga. Jangan menunggu datangnya `pria impian` Anda untuk menjalani kehidupan Anda sekarang!
Kedua, jangan buat gerakan pertama. Yah, memang sih hal ini masih menjadi perdebatan terutama karena ada juga orang yang percaya bahwa wanita boleh saja yang gerak pertama kali dan menganggap kuno bagi yang tidak melakukan hal itu. Tetapi lebih baik jangan deh, karena banyak juga pria yang mengaku sedikit `jengah` bila dikejar-kejar wanita dan rasanya hambar bila tidak ada perjuangan. Anda juga jadi tidak tahu, apakah pria pujaan Anda benar-benar tertarik pada Anda atau hanya merasa tidak enak hati dan terpaksa melayani Anda.
Terlihat seksi tetapi tidak murahan. Itu adalah hal yang ketiga yang perlu dilakukan seorang wanita untuk menarik pria pujaannya. Seperti menaruh tangan Anda pada tangannya atau lututnya, tetapi jangan lama-lama, bila Anda sudah `jadian` baru, semua terserah pada Anda.
Lakukan hal-hal kecil yang menunjukkan bila Anda peduli. Misalnya, membawakan sarapan atau minuman untuk kekasih Anda, karena Anda tahu dia tidak sempat melakukan hal itu dirumah. Atau mungkin membelikan baju pasangan Anda bila Anda tahu kekasih Anda tidak memiliki baju ganti atau tidak sempat mencuci pakaiannya. Dia juga harus melakukan hal yang sama untuk Anda. Anda berdua harus memperhatikan kepentingan sehari-hari Anda dan pasangan Anda.
Anda harus menjadi `orang kepercayaan` pasangan Anda. Bantu dia agar terlihat baik di depan sang boss, berikan saran setiap hari, tertawalah saat dia bercanda dan bantu dia agar terlihat `keren` pada saat-saat penting. Tentunya dia juga harus melakukan hal yang sama untuk Anda.
Yang keenam, jangan memberikan tekanan pada dirinya. Ini adalah hal penting. Pria biasanya enggan menghadapi tekanan. Untuk itu para wanita cobalah untuk tidak menelpon atau meng-emailnya beberapa kali sehari atau memberikan petunjuk-petunjuk khusus apa yang harus mereka berdua lakukan di masa depan, apalagi bila mendengar kata "M" (menikah) itu, mereka agak sedikit alergi terhadap kata yang satu itu. Mereka hanya ingin menikmati hubungan Anda berdua saja.
Tetapi jangan juga Anda mau saja disia-siakan begitu saja. Terutama soal perselingkuhan. Pria lebih menghormati wanita yang `galak` mengenai hukuman-hukuman apa yang pacar mereka dapatkan bila mereka berselingkuh. Oleh sebab itu, jangan pacaran dengan pria yang sudah menikah, atau yang sudah memiliki pacar atau mereka yang secara verbal atau fisik mengancam atau melukai Anda. Titik!
Seorang wanita yang baik juga selalu memilih seorang pria yang baik. Artinya, Anda harus mencari orang yang jujur dan dapat diandalkan. Dia harus memperlakukan Anda dengan benar. Bila dia berkata, dia akan pergi ke suatu tempat, dia akan ada ditempat itu. Rasa kekesatriaan masih dapat dijadikan pegangan. Sikap yang baik dapat memperlihatkan pria macam apa yang Anda kencani. Termasuk dalam urusan uang (yang biasanya menjadi sumber pertengkaran sebuah pasangan). Walaupun mereka saling tertarik satu sama lain, biasa para pria berpikir dua kali untuk hidup bersama si boros!! Jadi para wanita don`t be a wild spenders...
Dan yang terakhir dicari pria adalah, dia tahu apa itu cinta. Kalau yang satu ini, Anda akan tahu waktu yang tepat, karena Cinta adalah perasaan yang unik, perasaan nyaman, diterima dan perasaan dimana kebahagiaan seseorang sama pentingnya dengan kebahagiaan Anda sendiri...
Sabtu, 24 Juli 2010
Rabu, 21 Juli 2010
Ekonomi Dubai
Ekonomi Dubai tercatat senilai US$46 miliar pada tahun 2006. [1] Kenyataannya, ekonomi Dubai dibangun dengan latar belakang industri minyak, [2] keuntungan dari gas alam dan petroleum berjumlah 3% dari GDP emirat ini. Dubai menjadi pelabuhan terpenting bagi manufaktur Barat. Beberapa pusat keuangan dan bank baru di kota ini bertempat di daerah pelabuhan. Dubai menyeimbangkan kepentingannya sebagai sebuah rute perdagangan pada 1970 dan 1980. Kota Dubai memiliki sebuah perdagangan bebas dalam bentuk emas dan hingga 1990 merupakan hub bagi "penyelundupan" emas ingot menuju India, dimana pengimporan emas dilarang.
Hari ini, Dubai merupakan sebuah kota tujuan dan pelabuhan terpenting bagi turis (Jebel Ali, dibangun pada 1970, memiliki sebuah pelabuhan buatan manusia terbesar di dunia), tetapi juga berkembang cepat sebagai hub untuk industri seperti IT dan keuangan, dengan Dubai International Financial Centre (DIFC). Jalur transportasi juga didukung oleh Emirates Airline, didirikan oleh pemerintah pada 1985 dan masih menjadi milik pemerintah; berbasis di Bandar Udara Internasional Dubai, maskapai ini mengangkut lebih dari 28 juta penumpang pada tahun fiskal 2006 dan 24 juta orang pada tahun sebelumnya.
Pemerintah juga telah membangun zona bebas ekonomi di kota ini. Dubai Internet City sekarang digabung dengan Dubai Media City sebagai bagian dari TECOM (Dubai Technology, Electronis Commerce and Media Free Zone Authority) merupakan sejenis enclave yang mana anggotanya mencakup firma IT seperti EMC Corporation, Oracle Corporation, Microsoft, dan IBM, dan organisasi media seperti MBC, CNN, Reuters, ARY dan AP. Dubai Knowledge Village (KV), sebuah hub pelatihan dan pendidikan, juga dubangun untuk melengkapi 2 kelompok Zona Bebas lainnya, Dubai Internet City dan Dubai Media City, dengan menyediakan fasilitas untuk melatih pekerja di masa depan. Dubai Outsourcing Zone diperuntukkan kepasa perusahaan yang terlibat dalam aktivitas outsource yang dapat membangun kantornya dengan izin Pemerintah Dubai. Akses internet dilarang di beberapa area di Dubai dengan server proxy yang berlawanan nilai-nilai budaya dan agama di UEA - ini juga mencakup website .il (Israel), dan layanan VoIP juga ilegal dan sering diblok. Bagaimanapun, area yang dilayani oleh TECOM (provider internet) tidak dilarang. Diperkirakan aturan ini beubah pada awal 2007 menurut TRA (Telecom Regulatory Authority).
Hari ini, Dubai merupakan sebuah kota tujuan dan pelabuhan terpenting bagi turis (Jebel Ali, dibangun pada 1970, memiliki sebuah pelabuhan buatan manusia terbesar di dunia), tetapi juga berkembang cepat sebagai hub untuk industri seperti IT dan keuangan, dengan Dubai International Financial Centre (DIFC). Jalur transportasi juga didukung oleh Emirates Airline, didirikan oleh pemerintah pada 1985 dan masih menjadi milik pemerintah; berbasis di Bandar Udara Internasional Dubai, maskapai ini mengangkut lebih dari 28 juta penumpang pada tahun fiskal 2006 dan 24 juta orang pada tahun sebelumnya.
Pemerintah juga telah membangun zona bebas ekonomi di kota ini. Dubai Internet City sekarang digabung dengan Dubai Media City sebagai bagian dari TECOM (Dubai Technology, Electronis Commerce and Media Free Zone Authority) merupakan sejenis enclave yang mana anggotanya mencakup firma IT seperti EMC Corporation, Oracle Corporation, Microsoft, dan IBM, dan organisasi media seperti MBC, CNN, Reuters, ARY dan AP. Dubai Knowledge Village (KV), sebuah hub pelatihan dan pendidikan, juga dubangun untuk melengkapi 2 kelompok Zona Bebas lainnya, Dubai Internet City dan Dubai Media City, dengan menyediakan fasilitas untuk melatih pekerja di masa depan. Dubai Outsourcing Zone diperuntukkan kepasa perusahaan yang terlibat dalam aktivitas outsource yang dapat membangun kantornya dengan izin Pemerintah Dubai. Akses internet dilarang di beberapa area di Dubai dengan server proxy yang berlawanan nilai-nilai budaya dan agama di UEA - ini juga mencakup website .il (Israel), dan layanan VoIP juga ilegal dan sering diblok. Bagaimanapun, area yang dilayani oleh TECOM (provider internet) tidak dilarang. Diperkirakan aturan ini beubah pada awal 2007 menurut TRA (Telecom Regulatory Authority).
Minggu, 18 Juli 2010
INSINYUR DI MATA MASYARAKAT
Seorang insinyur dapat bekerja dalam hal desain dan pengembangan, pengujian, proses produksi, atau perawatan. Insinyur yang bekerja di pabrik, memiliki peran mengawasi proses produksi, menentukan penyebab kerusakan alat, dan menguji produk untuk menjaga kualitas. Selain itu, seorang insinyur juga memperkirakan waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek. Dalam bidang penjualan, seseorang dengan latar belakang insinyur bertugas membantu perencanaan, instalasi, dan penggunaan produk.
Dalam pekerjaannya, insinyur menggunakan komputer secara ekstensif. Komputer digunakan untuk merancang dan menganalisa desain, simulasi dan pengujian kerja mesin, struktur, atau sistem. Insinyur juga menggunakan komputer untuk memantau kualitas produk dan menjaga efisiensi proses.
INSINYUR

Banyak orang, juga enginer (di negeri ini tentunya) yang berpendapat, bahwa hanya dengan tindakan nyata, maka mereka telah berbuat yang besar. Sehingga memandang rendah para teoritis yang hanya berkutat pada angka-angka dan tulisan. Jika belum berkeringat, belum berpanas-panas dan belum mewujud dalam bentuk fisik maka dianggap belum berkarya.
Bagaimanapun, memang dengan karya nyata, maka duitnyapun nyata adanya. Inilah saya kira tujuan sebagian besar para calon-calon engineer yang sedang menempuh perkuliahan awal. Bahkan ada yang sekolah lagi dengan tujuan agar mendapat pekerjaan yang lebih baik lagi. Selanjutnya jika sudah dapat bekerja dan mempunyai ilmu, maka mereka pikir karena ilmu itulah yang membuat mereka ‘punya’, maka perlu dijaga ketat, sehingga hanya mereka sajalah yang ‘punya’. Konsep seperti ini yang ‘mencegah’ mereka untuk menularkan ke yang lain, apalagi mau mempublikasikan secara tertulis ke khalayak ramai.
Jadi, . . . meskipun jika mau merunut ke belakang, banyak juga insinyur-insinyur besar di Indonesia, yaitu berdasarkan bangunan-bangunan fisik yang ditinggalkannya, seperti Borobudur, Prambanan dsb-nya, tetapi pada kenyataannya ‘apa-apa’ yang ingin dipelajari oleh seorang calon insinyur (di sini ) pada umumnya adalah berasal dari barat.
Kenapa ?
Karena itu tadi, mereka-mereka yang sukses tadi tidak suka meninggalkan tulisan tentang falsafah pengalamannya. Mereka simpan sendiri dengan maksud yang seperti saya ungkapkan di atas. Mungkin itu asumsi negatif, positipnya adalah bahwa mereka memang terbukti dapat berkarya nyata, tetapi tidak mau atau tidak mampu membuat karya tulis.
Untuk memberi bukti tersebut, maka ada baiknya kita membaca biografi insinyur-insinyur besar penentu di bidang rekayasa struktur yang namanya sering kita dengar berdasarkan formula atau metoda-metoda yang dibuatnya.
Dengan mengetahui biografi mereka, siapa tahu anda tertarik untuk menulis juga, dan tidak hanya berfokus pada materi yang sifatnya jangka pendek. Ingat yang membuat mereka dikenang, sehingga ditulis dan dibaca lagi seperti ini adalah berdasarkan publikasi karya tulisnya dan bukan karena kekayaannya.
Karya tulis yang mereka publikasikan ternyata dapat mengubah cara kita berpikir dan akhirnya dapat berpengaruh di dunia nyata (fisik).
Sabtu, 10 Juli 2010
NGELIATIN PAHA CEWEK SAMPE MUNTAH
waahh....
lagi enak enaknya OL di warnet,
tiba2 gue teringat tentang kejadian waktu di PIK ( Pantai Indah Kapuk ).
Begini ceritanya.:
" waktu itu gue sama sepupu gue BIMA lagi asik patroli mengitari Water Boom PIK,dalam perjalanan sepupu gue pengen naik seluncuran,persyaratan tuk naik salah satu seluncuran itu harus memiliki pelampung karet.karna kebetulan kami ( gue sama sepupu gue ) gak punya pelampung, akhirnya gue menyuruh sepupu gue itu tuk ambil pelampung yang kebetulan nganggur di pojok dekat pot bunga."yuuppp....kata sepupu gue itu,..sambil menunggu sepupu gue bawa pelampung yang jadi incaran, mata gatal gue tertuju pada paha seorang cew yang lagi duduk bersandar sambil ngutak ngatik hapenya.
wooowwww....seksy bo''''pikiran gue yang lumayan kotor dah kayak isi vacum cleaner itu, sudah melayang ke posisi enak, hingga akhirnya khayalan gue buyar karna melihat segumpal benda, berwarna kuning kemerah merahan yang kurang jelas entah apa namanya bersarang di sekitar pahanya.......!!!,kontan aja gue muntah hubar habir ketika gue tau kalo itu taek....!!!!!!!
beuuhhhh.....ampun maekkkkkk...!!!
lagi enak enaknya OL di warnet,
tiba2 gue teringat tentang kejadian waktu di PIK ( Pantai Indah Kapuk ).
Begini ceritanya.:
" waktu itu gue sama sepupu gue BIMA lagi asik patroli mengitari Water Boom PIK,dalam perjalanan sepupu gue pengen naik seluncuran,persyaratan tuk naik salah satu seluncuran itu harus memiliki pelampung karet.karna kebetulan kami ( gue sama sepupu gue ) gak punya pelampung, akhirnya gue menyuruh sepupu gue itu tuk ambil pelampung yang kebetulan nganggur di pojok dekat pot bunga."yuuppp....kata sepupu gue itu,..sambil menunggu sepupu gue bawa pelampung yang jadi incaran, mata gatal gue tertuju pada paha seorang cew yang lagi duduk bersandar sambil ngutak ngatik hapenya.
wooowwww....seksy bo''''pikiran gue yang lumayan kotor dah kayak isi vacum cleaner itu, sudah melayang ke posisi enak, hingga akhirnya khayalan gue buyar karna melihat segumpal benda, berwarna kuning kemerah merahan yang kurang jelas entah apa namanya bersarang di sekitar pahanya.......!!!,kontan aja gue muntah hubar habir ketika gue tau kalo itu taek....!!!!!!!
beuuhhhh.....ampun maekkkkkk...!!!
Sabtu, 12 Juni 2010
Dear God
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again
There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again
Langganan:
Postingan (Atom)






